Legenda MU Bandingkan Filosofi Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solksjaer

6
Loading...


Semenjak Jose Mourinho digantikan Ole Gunnar Solksjaer dalam 19 Desember 2019, Manchester United bermain sebelas mungkin dengan rekor sepuluh mungkin menang dan sekali seri. Sebelumnya, MU melakoni 24 pertandingan dengan rekor sepuluh mungkin menang dan tujuh mungkin kalah.

Legenda Manchester United Karel Poborsky menilai, sudah ada ketidaksamaan antara Mourinho dan Solksjaer. Filosofi Solksjaer, berdasarkan Poborsky, diikuti oleh para tokoh MU.

“Aku kurang mengenal Jose Mourinho dan Louis van Gaal, namun aku kenal Ole dan aku pernah bermain bersamanya. Ole orang yang luar biasa, amat positif, ramah dengan semua orang, dan seorang pelatih yang keren. Kini, semua kembali bersemangat dan aku berharap mereka finis di empat besar,” ujar Poborsky kepada Bolalob, di Jakarta, Minggu (10/2/2019).

“Mourinho dan Van Gaal menyiapkan tim untuk bertahan, sementara Solksjaer menciptakan timnya berpikir bila kita kebobolan dua gol, kita mesti membalas tiga gol. Ini filosofinya dan semua tokoh ikut berpikir semisal itu. Aku ikut bahagia untuk Ole,” lanjut Poborsky.

Poborsky bermain untuk MU dalam 1996-1998. Sementara itu, Solksjaer telah berseragam MU semenjak 1996 sampai gantung sepatu dalam 2007. Poborsky dan Solksjaer menolong MU menjuarai Premier League 1996-1997.

Sesudah gantung sepatu di Ceske Budejovice dalam 2007, Poborsky masuk aktif pada beberapa kegiatan sepak bola. Poborsky berada di Jakarta pun sebab sepak bola. Pria kelahiran Jindrichuv Hradec dalam 30 Maret 1972 ini datang untuk share ilmu dan pengalaman dengan peserta Star Lapangan.

Star Lapangan adalah acara seleksi tokoh yang diselenggarakan Home Credit bersama Asia Football School dan Bolalob.

Seleksi hendak digelar di tiga kota. Sesudah Jakarta, seleksi hendak digelar di Stadion Ngurah Rai, Denpasar dalam 23-24 Februari dan lalu di Stadion Arcamanik, Bandung, dalam 9-10 Maret 2019.

Dari seleksi di tiga kota itu hendak dipilih 36 tokoh untuk bersaing dalam seleksi babak grand final yang hendak digelar, di Jakarta, 4-7 April 2019. Dari seleksi dalam babak grand final, hendak dipilih enam orang untuk menemukan beasiswa di Asia Football School selama satu tahun dan kesempatan bertanding di Liga Internasional di Singapura, dalam 19-21 April 2019.

Dari seleksi di Jakarta, terpilih 12 tokoh U-12 dan U-14 untuk tampil dalam seleksi grand final. Mereka ialah Arlyansah Abdulmanan, Ji Dabin, Faiz Akhdan, Wildan Arif, Rizky Abdulmanan, Bima Andika, Farel Adriyansah, Eros Dermawan, Rully, M. Farid Fakhrudin, Muhammad Keano Abrar, dan Yoga Aji Saputra.

Untuk seleksi di Denpasar, dalam 23-24 Februari 2019, pendaftaran telah dibuka dan dapat dilaksanakan mulai kini. Pendaftaran dilaksanakan secara online, lewat Star Lapangan.

Karel Poborsky nggak ikut terlibat pada seleksi di Denpasar maupun di Bandung. Tetapi, rencananya, ya hendak kembali ikut terlibat dalam seleksi grand final.



Galeri Pertandingan Pro Futsal League 2019 – Grup B : Devina Kamiada FC VS Vamos FC Mataram

Loading...
Loading...