Pertumbuhan Ekonomi di Kota Kediri Tanpa Industri Tembakau Capai 7,02% – beritajatim.com

9
Loading...


Kediri (beritajatim.com) – Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar optimis perekonomian di Kota Kediri hendak terus melaju. Ini dilihat dari indikator ekonomi dan sosial Kota Kediri terus memperlihatkan tren positif pada sejumlah tahun paling akhir.

Inflasi rendah dan terkendali, stabilnya pertumbuhan, menurunnya angka kemiskinan, berkurangnya pengangguran terbuka dan meningkatnya investasi di Kota Kediri. Masalah itu diungkapkan langsung oleh orang nomor satu di Kota Kediri ini pada Sosialisasi Data Ekonomi dan Data Sosial Tahun 2018, Selasa (12/2/2019) bertempat di Bank Indonesia.

Abdullah Abu Bakar mengemukakan tren positif itu terjadi sebab kebijakan yang dibuat oleh Pemerintah Kota Kediri pas sasaran. Pada menciptakan kebijakan, Pemerintah Kota Kediri selalu memakai data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

“Kami selalu memakai data dari BPS untuk menciptakan kebijakan. Semisal kebijakan untuk meminimalisir kemiskinan, menekan gini ratio, meningkatkan IPM, pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang terkendali,” jelas Mas Abu-sapaan akrab Abdullah Abu Bakar.

Data-data dari BPS dipakai untuk mengembangkan Kota Kediri. Pemerintah Kota Kediri pun mengajak perbankan dan akademisi untuk mendorong perekonomian Kota Kediri melaju lebih kencang. Sehingga hendak lebih mensejahterakan penduduk di Kota Kediri.

Pada sosialisasi ini, Mas Abu pun memaparkan sejumlah capaian indikator ekonomi di Kota Kediri. Diantaranya, PDRB (atas dasar biaya berlaku) Kota Kediri dalam tahun 2017 sebanyak 116,06 trilyun atau naik 9,67 trilyun dari tahun sebelumnya sebanyak 106,39 trilyun.

Pertumbuhan ekonomi di Kota Kediri tanpa industri tembakau mencapai 7.02% atau naik sebanyak 0,80% dari tahun sebelumnya sebanyak 6,22%. Sementara untuk pertumbuhan ekonomi keselurahan, Kota Kediri berada diangka 5,14%. “Pertumbuhan di Kota Kediri kami buat dua, sudah ada pertumbuhan ekonomi keseluruhan dan pertumbuhan ekonomi tanpa industri rokok. Ini dipisah sebab Pemerintah mau mengambil kebijakan agar penduduk nggak bergantung dalam industri rokok saja. Jadi mesti sudah ada usaha-usaha lain,” katanya.

Selain itu, laju inflasi Kota Kediri tahun 2018 sebanyak 1,97%(yoy) atau lebih rendah bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 3,44%(yoy). Bahkan inflasi Kota Kediri tahun 2018 terendah se-Jawa. “Kami memiliki pertumbuhan ekonomi 5,14% dan inflasi 1,97% apabila dikurangi masuk sudah ada sisa 3,17. Itu ialah duit yang mampu ditabung ataupun diinvestasikan oleh penduduk. Sebab mereka memiliki spare” imbuh walikota muda ini.

Mas Abu pun mengungkapkan dalam tahun 2017 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kediri sebanyak 77,13 (genre tinggi) atau naik sebanyak 0,8 bila dibanding dengan tahun 2016 sebanyak 76,33%. “IPM di Kota Kediri ini masuk pada genre tinggi. Dengan meningkatnya IPM di Kota Kediri semoga penduduk Kota Kediri bisa menangkap peluang bisnis-bisnis turunan dari adanya airport,” katanya.

Walikota berusia 38 tahun ini pun mengatakan apabila berdasar data dari BPS, tingkat pengangguran terbuka di Kota Kediri sukses turun di bawah tingkat pengangguran terbuka Provinsi Jatim yakni sebanyak 3,63% dari Provinsi Jawa Timur yang sebanyak 3,99%. Ini ialah pertama kalinya angka pengangguran terbuka di Kota Kediri sukses turun di bawah angka pengangguran terbuka Provinsi Jawa Timur.

Capaian-capaian positif itu pastinya berkat kerjasama yang kompak dan solid antara pemkot dan stakeholder. Serta tidak lepas dari sejumlah program-program dan inovasi pemerintah pun sudah memberikan program-program inovasi semisal, memudahkan perijinan, pelatihan produksi dan packaging, penyertaan modal bergulir, pameran UMKM, dan pelatihan kerja mandiri. Adapula program-program sosial antara lain, BLSM, RS-RTLH, santunan kematian, rastrada, OPM, santunan anak yatim, bansos buat orang dengan kecacatan berat, Jamkesda, ASLUT, beasiswa warga miskin, sekolah free, beasiswa buat mahasiswa miskin berprestasi, seragam free, English Massive, software kewaspadaan pangan dan keamanan pangan, Prodamas, Gemakiba, bantuan akomodasi buat keluarga pasien, dan home visit.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kota Kediri Djoko Raharto menambahkah untuk perekonomian di Kota Kediri dirinya yakin hendak tambah baik. Apalagi hendak dibangun airport dan pengerjaan jalan tol, pastinya Kota Kediri hendak bisa mengambil peluang. “Dengan adanya tol dan airport hendak tambah banyak duit yang masuk di Kota Kediri. Orang yang datang pastinya hendak menginap di Kota Kediri,” ungkapnya.

Hadir pada aktivitas ini, Kepala BPS Kota Kediri Ellyn T.Brahmana, Kepala Barenlitbang Kota Kediri Eddi Darmasto, Kepala Disperdagin Kota Kediri Yetty Sisworini, Kepala Bagian Umum Chevy Ning Suyudi, Pimpinan Perbankan dan Akademisi di Kota Kediri. [nng/kun]

Loading...
Loading...